lintasterkini

Inilah Spot Menarik AADC2 Di Yogyakarta – Beberapa hari akhir, dunia perfilman Indonesia jadi omongan. Film Ada Apa Dengan Cinta 2 yang telah tampil di bioskop – bioskop semua Indonesia adalah film yang dinanti – nantikan. Film kelanjutan dari film awalnya “Ada Apa Dengan Cinta” ini benar – benar memikat buat di cicipi. Kecuali jalan cerita mengenai cerita cinta di antara Rangga dan Cinta, film ini ambil spot tembakan di Yogyakarta yang notabene adalah Kota Rekreasi.

Dengan seting Kota Yogyakarta tiada sadar ajak kita selaku pemirsa untuk dapat mengexplorasi spot – spot unik di kota ini. Spot sebagai seting film ini tentunya makin lebih hits kembali di kelompok pelancong. Banyak yang ngomong spot – spot itu benar – benar instagramable.

Restaurant Bu Ageng. Jl. Tirtodipuran 13, Yogyakarta

Warung Bu Ageng telah seperti menjadi tujuan rekreasi kulineran Yogyakarta. Di kenali dengan masakan omah, Warung Bu Ageng ini rupanya punya dari Ibunya Butet Kertaradjasa, seniman sekalian budayawan Indonesia. Warung yang dibuka semenjak tahun 2011 ini tawarkan menu yang dekat di lidah orang jawa. Pada harga yang cukup dapat dijangkau, Warung Bu Ageng cukup jadi rujukan rekreasi kulineran Yogyakarta.

Kota Gede

Kota Gede diambil dari nama teritori lama Kota Gede, berada di tepian dengan Kabupaten Bantul di samping selatan. Sebelumnya Kota Gede adalah Ibu Kota Kesultanan Mataram. Kota Gede populer dengan sentral kerajinan perak yang berada di Jalan Paket. Tujuan rekreasi lain Kota Gede ada Komplek Pusara Raja Mataram, Puing-puing Benteng, Rumah Tradisionil Jawa, Mushola Agung Kota Gede dan Pasar Tradisionil Kota Gede.

Istana Ratu Boko

Istana Ratu Boko adalah situs purbakala yang disebut kompleks beberapa tersisa bangunan yang ada kurang lebih 3km di samping selatan dari kompleks Candi Prambanan. Dengan luas seputar 25ha dan berada di dalam suatu bukit di ketinggian 196mdpl. Pemerintahan pusat saat ini masukkan kompleks Situs Ratu Boko ke dalam otorita spesial, bersama dengan pengendalian Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Bukit Punthuk Setumbu

Eksotisme sunrise berdasar belakang Gunung Merapi Merbabu dan Candi Borobudur, tidaklah aneh bila Bukit Punthuk Setumbu jadi spot terhebat untuk nikmati sunrise. Bukit setinggi lebih kurang 400mdpl yang berada di rangkaian Pegunungan Menoreh.

Rumah Doa Bukit Rhema, Desa Gombong Desa Kembanglimus

Tidak jauh dari Bukit Punthuk Setumbu ada bangunan tua dengan wujud unik seperti burung dara. Warga seputar biasa mengatakan dengan panggilan Gereja Ayam / Gereja Manuk – manukan atau Gereja Merpati. Menurut narasi bangunan ini di tujukan untuk berdoa dan selaku pusat penyembuhan narkoba. Dengan keadaan sekarang ini, bangunan ini simpan keelokan sekalian aura mistik.

Sellie Coffee. Jl. Gerilya 822, Prawirotaman II

Perkembangan tempat kongkow di Yogyakarta makin cepat, banyak cofee shop banyak muncul di kota ini. Salah satunya yakni Sellie Coffee, Coffee Shop ini terlihat memikat dengan interior memiliki konsep kuno. Untuk harga sendiri, Sellie Coffee tidak begitu mahal. Jadi jika sedang berlibur di Yogyakarta, dapat singgah dan nikmati seduhan kopi di sini.

Klinik Kopi. Jl. Kaliurang Km 7, Sinduharjo Sleman

Saat kalian berkunjung Klinik Kopi, kalian bukan hanya dapat nikmati kopi dengan seduh yang lain. Lebih dari itu, klinik kopi adalah tempat asyik untuk bicara mengenai kopi. Tidak ada menu tentu di situ, bila akan pesan silahkan berbica langsung dengan Baristanya. Walaupun berada di tengah – tengah ramainya wilayah Gejayan, Yogyakarta, atmosfir klinik ini ibarat ada di tengah – tengah rimba jati.

Sate Klathak Pak Bari. Jl. Kedaton, Pleret Bantul

Ada yang ngomong bila bertandang ke satu kota atau wilayah tidak komplet rasa – rasanya tidak mencicip kulineran uniknya. Sate Klathak ialah sate kambing yang dibakar di atas baranya api yang dibuat dari batu bara. Bukan hanya gudeg sebagai ciri khas Yogyakarta, sate klathakpun bisa saja kulineran pilihan bila bertandang ke Kota Spesial ini.

Pantai Parangkusumo

Kabarnya menurut narasi, Pantai Parangkusumo ialah pantai yang dikeramatkan oleh penduduknya. Warga Yogyakarta sampai sekarang masih yakini ada jalinan istimewa di antara Keraton Yogyakarta dengan penguasa pantai selatan, Nyi Roro Kidul. Walau cuman narasi turun turun, warga masih lakukan semedi di Pantai Parangkusumo.

GreenHost Hotel. Jl. Prawirotaman II No 629, Brontokusuman

Berada di Jl. Gerilya atau juga dikenal selaku Jl. Prawirotaman II, pondokan ini tawarkan ide ramah lingkungan. Hotel ini benar – benar manfaatkan lorong – lorong untuk menanam sayur. Dengan ide itu bisa di tegaskan bermalam di GreenHost Hotel dapat membuat berlibur makin membahagiakan.

You may also like