Lintasterkini

Lintas TerkiniMengenal Beberapa Jenis Abnormalitas Seksual, Di dunia kedokteran, masalah atau sikap seksual menyelimpang yang ada secara berkali-kali disebutkan parafilia. Disebutkan menyelimpang karena keinginan dan sikap ini biasanya mengikutsertakan satu wujud rutinitas, object, baik orang atau benda, atau keadaan yang pada keadaan normal tidak menggairahkan secara seksual.

Mengenal Beberapa Jenis Abnormalitas Seksual

Tipe abnormalitas seksual parafilia benar-benar bermacam. Berikut ialah beberapa abnormalitas seksual yang biasa terjadi :

  • Pedofilia

Orang dengan peodofilia mempunyai fantasi, minat, atau sikap seksual menyelimpang pada anak kecil, dengan umur kurang dari 13 tahun. Sementara aktor pedofilia yang mempunyai minat seksual pada balita dengan umur kurang dari 5 tahun disebutkan dengan infantofilia. Sikap seksual menyelimpang ini mencakup ajak anak untuk menyaksikan sang aktor lakukan masturbasi, ajak anak untuk telanjang, sentuh organ kelamin anak, atau bahkan juga beraktivitas seksual dengan beberapa anak. Beberapa aktor cuman memperlihatkan sikap ini ke famili dekat, terhitung anaknya sendiri. Aktor pedofil sering memberikan ancaman korbannya supaya sikapnya tidak dikenali seseorang.

  • Eksibisionisme

Eksibisionisme ialah sikap saat seorang sering mempertunjukkan organ kelamin ke orang asing. Orang ini punyai kecondongan ingin membuat orang asing kaget, takut, atau berkesan dengan sikapnya itu. Walau umumnya tidak disertai dengan perlakuan selanjutnya,seperti serangan pada seseorang, tetapi ada saatnya orang ini berani lakukan masturbasi pada tempat umum sekalian menunjukkan kemaluannya.

  • Voyeurisme

Sikap raih kepuasan seksual dengan melihat atau memperhatikan orang yang bertukar baju, mandi, atau beraktivitas seksual. Pengintip tidak mempunyai tujuan merajut contact seksual dengan korban. Biasanya pasien keadaan ini cuman lakukan masturbasi sekalian melihat.

  • Froteurisme

Pasien froteurisme mempunyai kecondongan untuk menggesek organ kelaminnya dalam tubuh orang asing, terhitung pada tempat umum. Abnormalitas seksual ini tersering dijumpai pada pria dengan dengan bentang umur 15-25 tahun dengan sikap yang condong pemalu.

  • Fetisisme

Pasien fetisisme memilliki nafsu seksual pada benda mati, seperti celana dalam atau sepatu wanita. Keinginan seksual orang dengan fetisisme ini akan bangun dengan sentuh atau memakai beberapa benda itu. Benda ini terkadang dipakai saat berhubungan seks sama orang lain atau bahkan juga ada saatnya gantikan hubungan seks yang sebenarnya sama orang lain. Ada pula abnormalitas yang lain disebutkan partialisme, yakni minat seksual di bagian badan tertentu, seperti dada, pantat, atau kaki seseorang.

  • Transvestitisme

Transvestitisme ialah sikap pria heteroseksual yang menyukai kenakan pakaian dan berdandan semestinya wanita untuk menghidupkan fantasi atau nafsu seksual. Supaya tidak kedapatan, beberapa pria yang menanggung derita abnormalitas ini, memperoleh kepuasan dengan memakai baju dalam wanita, dibalik baju yang dipakai setiap hari.

  • Masokisme Seksual

Pasien masokisme raih kepuasan seksual saat ia mendapatkan kekerasan, baik secara verbal atau nonverbal, seperti digigit, diikat, atau dibuat malu dengan kalimat tertentu. Pasien masokisme bisa menyayat atau membuat cedera bakar pada dianya. Sering orang dengan abnormalitas masokisme cari pasangan yang raih kepuasan seksual dengan lakukan kekerasan (sadisme). Pasangan sadomasokisme, di yang mana satu ialah seorang masokis dan lainnya ialah seorang sadis, umumnya beraktivitas seksual mencakup jeratan atau ikatan (bondage), pukulan pada pantat (spanking), atau replikasi pemerkosaan.

  • Sadisme Seksual

Pasien sadisme seksual terus-terusan mempunyai fantasi dan memperoleh kepuasan seksual dari menganiaya pasangannya secara psikis dan fisik, seperti memperkosa, menganiaya, atau bahkan juga membunuh. Dengan lakukan sikap ini, pasien berasa berkuasa pada korbannya. Aktor sadisme bisa dikenakan hukuman pidana dan perlu mendapatkan perawatan intens dari psikolog.

You may also like